Showing posts with label surakarta. Show all posts
Showing posts with label surakarta. Show all posts

Wednesday, December 15, 2010

Mungkinkah Surakarta Menjadi Daerah Istimewa Surakarta

wacana tentang RUU keistimewaan Yogyakarta ternyata memberikan efek signifikan atas dorongan di beberapa daerah mengusulkan setara dengan Yogyakarta menjadi Daerah Istimewa karena kekhususannya. Tidak kurang dari beberapa daerah yang dulunya memiliki akar budaya pusat kerajaan dan/atau pusat kesultanan sudah memunculkan ide tentang usulan pembentukan Daerah Istimewa.
Yang paling getol dan sudah muncul pergerakannya adalah ide pembentukan Daerah Istimewa Surakarta. Kota dan Kabupaten di Eks Karesidenan Surakarta memang dahulu merupakan daerah kerajaan Surakarta Hadiningrat. Bahkan sampai sekarang kesultanan Surakarta Hadiningrat masih eksis dan diakui keberadaannya. Jika dibandingkan kerajaan dan/atau kesultanan lainnya seperti cirebon, demak, trowulan dan lain lainnya eksistensi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat masih lebih dominan dan turut memberikan warna akan keberadaan kerajaan di nusantara.
Ide pembentukan Daerah Istimewa Surakarta juga telah muncul dipermukaan terbukti dengan adanya penggalangan masa di situs-situs internet semisal facebook. Daerah Istimewa Surakarta juga mengangkat label spirit of java yang artinya keberadaan Daerah Istimewa Surakarta bertujuan untuk menjaga budaya tradisional nusantara sebagai lambang eksistensi citra masyarakat jawa sebagai bagian dari warisan budaya dunia.
yang menjadi pertanyaan sekarang adalah .. mampukah masyarakat eks karesidenan Surakarta secara bersama sama dan kompak mengawal terbentuknya Daerah Istimewa Surakarta demi kemaslahatan khalayak umum dan bukan untuk memenuhi ambisi sebagian orang yang ingin punya power di Daerah Istimewa Surakarta

Friday, May 15, 2009

Solo The Spirit Of Java

Ditengah kencangnya angin perubahan dan intervensi kebudayaan asing, masih terlihat asa meskipun redup di jantung budaya jawa tepatnya di kota Solo. Tak berbeda dengan kota-kota di seluruh dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya, Solo sedikit banyak juga mengalami apa yang dinamakan akulturasi kebudayaan baik dengan budaya lokal maupun dengan budaya internasional.

Transisi kebudayaan di Solo dalam kurun 20 tahun terakhir memang menunjukkan ekskalasi yang cukup signifikan. Beragam bangunan modern mulai menghiasi di kota Solo dan sekitarnya, hal ini berimbas kepada di"lengser"kannya bangunan-bangunan tua yang notabene menjadi saksi bisu perjalanan sejarah kota Solo.

Di tengah semakin terkikisnya budaya dan peninggalan kota Solo, muncul gerakan untuk men"jawa"kan solo dan men "center" kan solo sebagai pusat budaya jawa dengan slogan Solo the spirit of java. Langkah positif ini bak gayung bersambut ketika Pemda setempat juga memberikan apresiasi yang signifikan terhadap program tujuan tersebut.

Pemda Solo memberikan kontribusi cukup besar terhadap gerakan Solo the spirit of java yaitu dengan menjaga kelestarian bangunan-bangunan bersejarah, menghidupkan kembali UKM khas Solo yaitu industri batik solo, serta menggiatkan kembali tradisi pasaran jawa. Bukan hanya itu Pemda juga mewajibkan penggunaan busana jawa kepada pegawainya dan pada event-event tertentu pegawai diharapkan menggunakan bahasa jawa sebagai bahasa resmi perkantoran.

Upaya mengembalikan budaya jawa yang sempat tergilas oleh perubahan jaman ini memang patut diacungi jempol, setidaknya memberikan suri tauladan akan budaya adi luhung lokal yang tentunya lebih baik jika dibandingkan budaya luar yang dinilai kurang sesuai dengan kultur budaya jawa.

Point of Views